“Bukankah
kita lahir untuk saling menemukan,menerima kelebihan untuk kemudian saling
menyempurnakan kekurangan?”
April
2013
Assalamu’alaikum Warahmatullahi
Wabarakatuh..
Siapapun
engkau yang membaca lembar demi lembar kertas ini, semoga selalu berada dalam
naungan ALLAH SWT...
Perkenalkan,
Namaku
Diniy Miftahul Muthmainnah. Ummi Buya mungkin berfikir lama mencari dan
menemukan nama maha indah untuk anak sulung mereka ini. Bahkan nama “Dini” yang
biasa dan standar dimata kebanyakan orang, bisa jadi amat spesial dengan
penambahan huruf “Y” dibelakangnya, “DINIY”. Ada filosofi panjang mengapa nama
spesial ini menjadi sangat unik. Aku,
satu-satunya anak mereka yang lahir di Payakumbuh, kota kelahiran ummi.
Lahir pada tanggal 24 April 1990 dengan normal di bulan Ramadhan kala itu. Ah
ya, arti namaku “Agamaku Kunci Ketenangan”, sebuah do’a yang mereka sematkan
pada namaku agar aku menjadi pribadi yang tenang, iya tenang. Tenang juga
menenangkan. Semoga do’a mereka yang lekat pada namaku ALLAH kabulkan.
Aku
punya banyak panggilan. Ummi Buya kadang memanggilku muthmainnah, adik-adikku
memanggilku kakdin, sahabat di SMA memaggilku mumun, di kuliah aku dipanggil
udin. Paling standar, aku dipanggil dini.
Buyaku
seorang Pendakwah, seorang Ustadz, seorang Abdi masyarakat, seorang Politisi,
seorang Ayah Hebat yang aku kagumi, H.Mahyeldi Ansharullah SP. Jangan takut,
buya dari luar memang terlihat sangat tegas dan galak, tapi sebenarnya beliau
adalah sosok yang sangat sangat sangat sensitif. Ummiku seorang perempuan super
kuat, bagaimana tidak.. 9x melahirkan dan semuanya beliau lahirkan secara
normal. Ummi adalah seorang ibu yang tiada dua, ummi itu teman bermain, sahabat
setia pendengar segala cerita, ibu pemberi nasehat dari segala masalah dan
tentu saja manusia yang ALLAH anugerahi memiliki dekapan paling hangat lagi
menenangkan. Ummiku bernama Hj. Harneli Bahar. Sosok energik dan punya banyak
ide-ide kreatif di pikirannya. Menjadi sulung dari 9 bersaudara itu tantangan
sekaligus tanggung jawab yang amat besar. Adikku 8 orang. Aku perkenalkan satu persatu. Silmi Izzati,
sedang menuntut ilmu di Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi di Universitas
Gunadarma. Shofia Shabrina, sedang menuntut ilmu di Universitas Islam
Antar-Bangsa Jurusan Psikologi Islam di Malaysia sana. Berikutnya, adik
laki-laki pertamaku M.TaufiqurRahman kelas XI di MAN 2 Padang. Setelah itu ada
Rif’aty Nizhomy (kelas 1 MA di Pesantren Arrisalah), M. Fathan (kelas 2 MTS di
Pesantren Arrisalah), M. Hamdan Masykura (kelas 6 SD di SDIT Adzkia), Fauzana
Syamila (kelas 3 SD di SDIT Adzkia) dan yang terakhir si bungsu menggemaskan
bernama Ahda Syakira kelas 1 SD di SD yang sama dengan 2 kakak-abangnya. Lahir
dan tumbuh besar didalam keluarga ini memberiku banyak tantangan yang harus
dijalani, dilewatkan untuk kemudian aku pertanggung jawabkan. Semoga suatu saat
aku benar-benar bisa menjadi sulung kebanggaan Ummi Buya ku, dan menjadi “Role
Model” dari delapan orang adikku.
Waktu
TK aku disekolahkan di TKIT Adzkia, setelah itu melanjutkan SD di SD Negri 025
Air Tawar Padang (satu-satunya anak ummi dan buya yang lulusan SD Negri lho..),
tamat SD aku memutuskan untuk melanjutkan ke pesantren atas permintaan sendiri.
Aku memilih Pesantren Modern Husnul Khotimah yang terletak di Kuningan Jawa
Barat. Jaraknya subhanallah jauh, aku masih ingat betul ketika menangis tersedu
saat harus kembali ke pesantren setelah berlibur dirumah. SMA aku lanjutkan di
SMA Islam Terpadu Nurul Fikri Depok. Aku lulus tahun 2008. SMA inilah yang
mengantarkanku masuk menuju cita-citaku sejak kecil. Cita-cita yang tidak
pernah tergantikan sejak pertama kali dulu aku sebutkan. Ya, aku kemudian
diterima di Fakultas Kedokteran Universitas Andalas di tahun 2008. Dan
sekarang, aku masih mengikuti rangkaian panjang menuju cita-citaku menjadi
seorang dokter. Saat ini aku masih menjadi dokter muda di RSUP M.Djamil padang.
Semoga ALLAH senantiasa membimbingku untuk istiqomah menjaga niat dan
cita-citaku sejak dulu. Aku bahkan tidak punya cita-cita cadangan selain
menjadi dokter. Ah ya, aku selalu berdo’a kepada yang Maha Pengabul Do’a untuk
dipertemukan dengan lelaki yang senantiasa mendukung dan mewujudkan
cita-citaku.
Pengalaman
organisasi sudah kurintis sejak SMA. Dua kali periode OSIS waktu SMA. Semasa
kuliah aku pernah menjadi anggota BEM-KM FK UNAND di tahun 2008 pada bidang
Pendprofil. Setelah itu aku aktif di CIMSA hingga menjadi VNI (Vice NOME for
Internal Affair) SCOME-CIMSA Nasional di tahun 2010. Sekarang aku aktif menjadi
ketua bidang ilmiah di Garuda Keadilan Sumatera Barat. Prestasiku tidak terlalu
banyak, selain menjadi juara kelas selama di SD dan SMA dan memenangkan
berbagai macam lomba kala itu. Mulai dari MTQ, MHQ, Nasyid, Cerdas cermat dan
lain-lain. Sewaktu SMA pernah mengikuti lomba debat nasional, tapi aku tidak
menjadi pemenang. Yang terbaru, aku
memenangkan kategori Program Kerja Terbaik pada Musyawarah Kerja Sumatera Garuda
Keadilan Sumatera di bulan Januari lalu. Pelatihan yang aku ikuti juga beragam,
dari ESQ sampai LKMM-LDNI dan latihan-latihan kepemimpinan lain yang diadakan
dikampus maupun diluar kampus.
Siapa
yang tidak ingin menikah?
Semua
pasti ingin menikah, memiliki pasangan sehidup semati dunia akhirat. Aku
termasuk salah satunya yang ingin menikah. Memiliki pegangan untuk sama-sama
memperbiki diri menjadi lebih baik, mencari pundak luar biasa kokoh ketika mulai
goyah dan butuh bersandar, menemukan
sosok yang senantiasa mengingatkan akan Surga ALLAH. Suatu saat, ketika ALLAH
mempertemukanku dengannya, ia adalah sosok yang siap menerima segala bentuk
kekurangan yang kupunya dan menghargai kelebihan yang tidak seberapa. Penting sekali ia adalah orang yang siap
menerima keluarga besarku. Buya, Ummi dan adik-adikku. Dengan menikah, aku
berharap dipertemukan dengan lelaki sholeh yang siap membimbingku untuk
menyampaikan cita-cita besarku menjadi seorang dokter ahli kebidanan dan
penyakit kandungan (Obstetry-Gynecology).
Siapapun
pria yang akan menjadi sosok imamku
kelak, pasti sudah ALLAH persiapkan dengan luar biasa tersusun rapi. Aku
berharap ia adalah sosok lelaki sholeh yang senantiasa mengingat ALLAH dan
tertarbiyah, agar ia yang mengingatkanku disaat aku khilaf. Sosok lelaki sabar
dan bersemangat. Ia juga pribadi menyenangkan dan membaur dengan keluargaku. Sebenernya
agak berlebihan jika aku berharap dipertemukan dengan seorang dokter, tapi
izinkan aku menyebutkannya kali ini. Aku berharap dipertemukan dengan seorang
dokter sholeh. Kenapa? Aku punya alasan. Karna
aku bermimpi, jika suatu saat dipertemukan aku ingin dia dan aku menjadi
pasangan suami-istri dokter yang suatu saat nanti membangun pelan-pelan Rumah
Sakit Islam yang benar-benar berbasis Islam dan itu belum pernah aku temukan di
padang. Itu alasan kuatnya. Aku ingin membantu banyak orang, lebih banyak
orang. Jika ia dokter, mungkin cita-cita ini benar-benar harus terlaksana. Amin
Ya ALLAH. Aku hanya bisa berdo’a sambil
terus memantaskan diri agar ALLAH pertemukan dengan sosok yang aku dambakan.
Tapi, jika dirimu bukan dokter,tak masalah bagiku. Yang paling penting,
dirimulah yang akan berjanji kepada orang tuaku untuk menjadikanku dokter
sholehah yang sukses kelak. Kamu yang akan mengingatkanku akan mimpi-mimpi itu,
kamu yang menyemangatiku. Aku memilih juga bukan karna apa dan siapa dirimu,
karna rasanya tak pantas aku yang belum apa-apa terlalu berlebihan jika menilai
seseorang dari profesinya. Intinya, sosok itu adalah sosok si Sholeh yang punya
visi misi hebat untuk masa depannya.
Pribadiku
bukan pribadi luar biasa. Seorang yang kholeris dan agak sanguinis. Kebanyakan
karakter kuat anak sulung aku punya. Ambisius, bersemangat, cendrung egois dan
tegas tapi punya tingkat kepekaan dan kesensitifan luar biasa. Cengeng juga,
itu mengapa aku membutuhkan sosok yang penyayang dan pengertian. Kebanyakan
teman menilaiku sebagai pribadi yang mudah berteman dan membawa suasana ceria.
Bertanyalah kepada Buya, Ummi, dan adik-adikku tentang bagaimana aku. Aku
seorang yang punya prinsip “well prepare in everythings” mungkin lebih tepatnya
perfeksionis untuk itu aku berharap dipertemukan dengan sosok yang senantiasa
menyeimbangkan. Seorang pecinta warna biru dan pecinta novel. Aku punya banyak
hobi, selain membaca aku juga hobi travelling dan berenang. Aku sedikit bisa
memasak dan menjahit, dua kepandaian yang menurutku harus dimiliki wanita. Yah,
semoga kekuranganku diimbangi dengan sedikit kepandaianku dibidang lainnya. Aku
juga terbiasa hidup mandiri sejak dulu. Begitu didikan ummi dan buya.
Semoga
rangkaian ini tidak membuatmu bosan. Aku benar-benar mengharapkan maaf jika ada
kata-kataku yang kurang berkenan. Maafkan aku.
Manusia
hanya berencana bukan? ALLAH yang punya kuasa menentukan. Satu yang harus
benar-benar kita yakini, Perempuan baik untuk Laki-laki yang baik. Dan semoga,
aku termasuk kedalam golongan yang senantiasa bergerak menuju kebaikan setiap
waktunya.
Amin..Amin
Ya Mujiibassaailin...
Demikianlah
kata-kata ini aku rangkai, semoga bisa menjadi gambaran. Tulisan ini
sebenar-benarnya aku yang membuat. Semoga mudah dimengerti. ALLAH yang
memberkahi kita.
Wassalamu’alaikum
warahmatullahi Wabarakatuh.