April 10, 2013

Aku.



“Bukankah kita lahir untuk saling menemukan,menerima kelebihan untuk kemudian saling menyempurnakan kekurangan?”
April 2013

  
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..
Siapapun engkau yang membaca lembar demi lembar kertas ini, semoga selalu berada dalam naungan ALLAH SWT...
Perkenalkan,
Namaku Diniy Miftahul Muthmainnah. Ummi Buya mungkin berfikir lama mencari dan menemukan nama maha indah untuk anak sulung mereka ini. Bahkan nama “Dini” yang biasa dan standar dimata kebanyakan orang, bisa jadi amat spesial dengan penambahan huruf “Y” dibelakangnya, “DINIY”. Ada filosofi panjang mengapa nama spesial ini menjadi sangat unik. Aku,  satu-satunya anak mereka yang lahir di Payakumbuh, kota kelahiran ummi. Lahir pada tanggal 24 April 1990 dengan normal di bulan Ramadhan kala itu. Ah ya, arti namaku “Agamaku Kunci Ketenangan”, sebuah do’a yang mereka sematkan pada namaku agar aku menjadi pribadi yang tenang, iya tenang. Tenang juga menenangkan. Semoga do’a mereka yang lekat pada namaku ALLAH kabulkan.
Aku punya banyak panggilan. Ummi Buya kadang memanggilku muthmainnah, adik-adikku memanggilku kakdin, sahabat di SMA memaggilku mumun, di kuliah aku dipanggil udin. Paling standar, aku dipanggil dini.
Buyaku seorang Pendakwah, seorang Ustadz, seorang Abdi masyarakat, seorang Politisi, seorang Ayah Hebat yang aku kagumi, H.Mahyeldi Ansharullah SP. Jangan takut, buya dari luar memang terlihat sangat tegas dan galak, tapi sebenarnya beliau adalah sosok yang sangat sangat sangat sensitif. Ummiku seorang perempuan super kuat, bagaimana tidak.. 9x melahirkan dan semuanya beliau lahirkan secara normal. Ummi adalah seorang ibu yang tiada dua, ummi itu teman bermain, sahabat setia pendengar segala cerita, ibu pemberi nasehat dari segala masalah dan tentu saja manusia yang ALLAH anugerahi memiliki dekapan paling hangat lagi menenangkan. Ummiku bernama Hj. Harneli Bahar. Sosok energik dan punya banyak ide-ide kreatif di pikirannya. Menjadi sulung dari 9 bersaudara itu tantangan sekaligus tanggung jawab yang amat besar. Adikku 8 orang.  Aku perkenalkan satu persatu. Silmi Izzati, sedang menuntut ilmu di Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi di Universitas Gunadarma. Shofia Shabrina, sedang menuntut ilmu di Universitas Islam Antar-Bangsa Jurusan Psikologi Islam di Malaysia sana. Berikutnya, adik laki-laki pertamaku M.TaufiqurRahman kelas XI di MAN 2 Padang. Setelah itu ada Rif’aty Nizhomy (kelas 1 MA di Pesantren Arrisalah), M. Fathan (kelas 2 MTS di Pesantren Arrisalah), M. Hamdan Masykura (kelas 6 SD di SDIT Adzkia), Fauzana Syamila (kelas 3 SD di SDIT Adzkia) dan yang terakhir si bungsu menggemaskan bernama Ahda Syakira kelas 1 SD di SD yang sama dengan 2 kakak-abangnya. Lahir dan tumbuh besar didalam keluarga ini memberiku banyak tantangan yang harus dijalani, dilewatkan untuk kemudian aku pertanggung jawabkan. Semoga suatu saat aku benar-benar bisa menjadi sulung kebanggaan Ummi Buya ku, dan menjadi “Role Model” dari delapan orang adikku.
Waktu TK aku disekolahkan di TKIT Adzkia, setelah itu melanjutkan SD di SD Negri 025 Air Tawar Padang (satu-satunya anak ummi dan buya yang lulusan SD Negri lho..), tamat SD aku memutuskan untuk melanjutkan ke pesantren atas permintaan sendiri. Aku memilih Pesantren Modern Husnul Khotimah yang terletak di Kuningan Jawa Barat. Jaraknya subhanallah jauh, aku masih ingat betul ketika menangis tersedu saat harus kembali ke pesantren setelah berlibur dirumah. SMA aku lanjutkan di SMA Islam Terpadu Nurul Fikri Depok. Aku lulus tahun 2008. SMA inilah yang mengantarkanku masuk menuju cita-citaku sejak kecil. Cita-cita yang tidak pernah tergantikan sejak pertama kali dulu aku sebutkan. Ya, aku kemudian diterima di Fakultas Kedokteran Universitas Andalas di tahun 2008. Dan sekarang, aku masih mengikuti rangkaian panjang menuju cita-citaku menjadi seorang dokter. Saat ini aku masih menjadi dokter muda di RSUP M.Djamil padang. Semoga ALLAH senantiasa membimbingku untuk istiqomah menjaga niat dan cita-citaku sejak dulu. Aku bahkan tidak punya cita-cita cadangan selain menjadi dokter. Ah ya, aku selalu berdo’a kepada yang Maha Pengabul Do’a untuk dipertemukan dengan lelaki yang senantiasa mendukung dan mewujudkan cita-citaku.
Pengalaman organisasi sudah kurintis sejak SMA. Dua kali periode OSIS waktu SMA. Semasa kuliah aku pernah menjadi anggota BEM-KM FK UNAND di tahun 2008 pada bidang Pendprofil. Setelah itu aku aktif di CIMSA hingga menjadi VNI (Vice NOME for Internal Affair) SCOME-CIMSA Nasional di tahun 2010. Sekarang aku aktif menjadi ketua bidang ilmiah di Garuda Keadilan Sumatera Barat. Prestasiku tidak terlalu banyak, selain menjadi juara kelas selama di SD dan SMA dan memenangkan berbagai macam lomba kala itu. Mulai dari MTQ, MHQ, Nasyid, Cerdas cermat dan lain-lain. Sewaktu SMA pernah mengikuti lomba debat nasional, tapi aku tidak menjadi pemenang.  Yang terbaru, aku memenangkan kategori Program Kerja Terbaik pada Musyawarah Kerja Sumatera Garuda Keadilan Sumatera di bulan Januari lalu. Pelatihan yang aku ikuti juga beragam, dari ESQ sampai LKMM-LDNI dan latihan-latihan kepemimpinan lain yang diadakan dikampus maupun diluar kampus.

Siapa yang tidak ingin menikah?
Semua pasti ingin menikah, memiliki pasangan sehidup semati dunia akhirat. Aku termasuk salah satunya yang ingin menikah. Memiliki pegangan untuk sama-sama memperbiki diri menjadi lebih baik, mencari pundak luar biasa kokoh ketika mulai goyah dan butuh bersandar,  menemukan sosok yang senantiasa mengingatkan akan Surga ALLAH. Suatu saat, ketika ALLAH mempertemukanku dengannya, ia adalah sosok yang siap menerima segala bentuk kekurangan yang kupunya dan menghargai kelebihan yang tidak seberapa.  Penting sekali ia adalah orang yang siap menerima keluarga besarku. Buya, Ummi dan adik-adikku. Dengan menikah, aku berharap dipertemukan dengan lelaki sholeh yang siap membimbingku untuk menyampaikan cita-cita besarku menjadi seorang dokter ahli kebidanan dan penyakit kandungan (Obstetry-Gynecology).
Siapapun pria yang akan menjadi sosok  imamku kelak, pasti sudah ALLAH persiapkan dengan luar biasa tersusun rapi. Aku berharap ia adalah sosok lelaki sholeh yang senantiasa mengingat ALLAH dan tertarbiyah, agar ia yang mengingatkanku disaat aku khilaf. Sosok lelaki sabar dan bersemangat. Ia juga pribadi menyenangkan dan membaur dengan keluargaku. Sebenernya agak berlebihan jika aku berharap dipertemukan dengan seorang dokter, tapi izinkan aku menyebutkannya kali ini. Aku berharap dipertemukan dengan seorang dokter sholeh. Kenapa? Aku punya alasan. Karna  aku bermimpi, jika suatu saat dipertemukan aku ingin dia dan aku menjadi pasangan suami-istri dokter yang suatu saat nanti membangun pelan-pelan Rumah Sakit Islam yang benar-benar berbasis Islam dan itu belum pernah aku temukan di padang. Itu alasan kuatnya. Aku ingin membantu banyak orang, lebih banyak orang. Jika ia dokter, mungkin cita-cita ini benar-benar harus terlaksana. Amin Ya ALLAH.  Aku hanya bisa berdo’a sambil terus memantaskan diri agar ALLAH pertemukan dengan sosok yang aku dambakan. Tapi, jika dirimu bukan dokter,tak masalah bagiku. Yang paling penting, dirimulah yang akan berjanji kepada orang tuaku untuk menjadikanku dokter sholehah yang sukses kelak. Kamu yang akan mengingatkanku akan mimpi-mimpi itu, kamu yang menyemangatiku. Aku memilih juga bukan karna apa dan siapa dirimu, karna rasanya tak pantas aku yang belum apa-apa terlalu berlebihan jika menilai seseorang dari profesinya. Intinya, sosok itu adalah sosok si Sholeh yang punya visi misi hebat untuk masa depannya.
Pribadiku bukan pribadi luar biasa. Seorang yang kholeris dan agak sanguinis. Kebanyakan karakter kuat anak sulung aku punya. Ambisius, bersemangat, cendrung egois dan tegas tapi punya tingkat kepekaan dan kesensitifan luar biasa. Cengeng juga, itu mengapa aku membutuhkan sosok yang penyayang dan pengertian. Kebanyakan teman menilaiku sebagai pribadi yang mudah berteman dan membawa suasana ceria. Bertanyalah kepada Buya, Ummi, dan adik-adikku tentang bagaimana aku. Aku seorang yang punya prinsip “well prepare in everythings” mungkin lebih tepatnya perfeksionis untuk itu aku berharap dipertemukan dengan sosok yang senantiasa menyeimbangkan. Seorang pecinta warna biru dan pecinta novel. Aku punya banyak hobi, selain membaca aku juga hobi travelling dan berenang. Aku sedikit bisa memasak dan menjahit, dua kepandaian yang menurutku harus dimiliki wanita. Yah, semoga kekuranganku diimbangi dengan sedikit kepandaianku dibidang lainnya. Aku juga terbiasa hidup mandiri sejak dulu. Begitu didikan ummi dan buya.
Semoga rangkaian ini tidak membuatmu bosan. Aku benar-benar mengharapkan maaf jika ada kata-kataku yang kurang berkenan. Maafkan aku.
Manusia hanya berencana bukan? ALLAH yang punya kuasa menentukan. Satu yang harus benar-benar kita yakini, Perempuan baik untuk Laki-laki yang baik. Dan semoga, aku termasuk kedalam golongan yang senantiasa bergerak menuju kebaikan setiap waktunya.
Amin..Amin Ya Mujiibassaailin...
Demikianlah kata-kata ini aku rangkai, semoga bisa menjadi gambaran. Tulisan ini sebenar-benarnya aku yang membuat. Semoga mudah dimengerti. ALLAH yang memberkahi kita.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi Wabarakatuh.


Geen opmerkings nie:

Plaas 'n opmerking